Olahraga Dapat Menyebabkan Serangan Jantung?

Jangan Olah Raga dengan Napas Terengah-engah
Jangan Olah Raga dengan Napas Terengah-engah
Beberapa waktu yang lalu, salah satu teman kantor meninggal dunia secara mendadak. 

Berdasarkan informasi, sebelum meninggal, ybs menjalani olah raga sepedaan. Pada pagi hari, ybs baru saja mengupload di aplikasi Strava, aktivitas sepedaan sejauh 32 K dengan waktu lebih dari 2 jam. Dugaannya, ybs meninggal karena serangan jantung. 

Olah raga itu penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Tetapi tidak boleh berlebihan. Harus memiliki prinsip: "listen to your body." Jika abai, bisa berbahaya, terutama bagi jantung.  

Saya perlu bercerita secara khusus terkait hal tersebut. 

Bagaimana cara mengetahui kalau olahraga yang dilakukan masuk katagori berlebihan? 

Setelah belajar lari sekitar 1,5 tahun ini, saya sekarang sudah terbiasa lari sejauh 10 KM. Pernah lari hingga sejauh 21 KM. 

Pertanyaannya, apakah pada saat lari sejauh itu saya harus terengah-engah? Tidak! 

Ada apa dengan "terengah-engah"?

Terengah-engah adalah efek ketika olahragawan memaksakan diri untuk berolahraga lebih keras. Melebihi kemampuan dasarnya. Tanda lainnya adalah denyut jantung yang terasa lebih cepat. "Deg-degan" istilahnya. 

Jika pelari mengukur denyut jantung (Heart Rate)-nya menggunakan alat (Smartwatch atau gelang pintar), akan terlihat perbedaannya. 

Heart Rate (HR) Zone dibagi menjadi 5 zona, dihitung berdasarkan usia pelari dengan rumus = HR = Y% x (220 - Usia). Gambar di bawah akan lebih menjelaskan. 

Karena saat ini saya berumur 51 tahun, maka rincian zona HR saya adalah sbb. :

Zona / Y1 - Y2 / HR, BPM / Istilah 
1 / 50% - 60% / 85 - 100 / Resting
2 / 60% - 70% / 101 - 117 / Warm Up
3 / 70% - 80% / 118 - 134 / Fat Burning
4 / 80% - 90% / 135 - 151 / Aerobic 
5 / >90% / >152 / Anaerobic

Data di atas menunjukkan bahwa batas Heart Rate Zona 4 saya adalah di 151 BPM. Selama saya berlari dengan Heart Rate di bawah 151 BPM, maka saya tidak akan terengah-engah. Tidak ada nafas yang memburu. Tidak ada debar jantung berlebihan. Ciri khas lainnya, saya masih bisa bercakap-cakap dengan lancar.

Apa efeknya jika saya sering berlari dengan Heart Rate di atas 152 BPM atau berada di zona 5?

Zona 5 adalah zona berbahaya. Jika anda masih muda, mungkin masih aman. Tetapi jika sudah berusia lebih dari 50 tahun dan tidak terlatih, maka dapat berisiko terhadap jantung. 

Apakah penyebab heart rate naik? Pengalaman saya, penyebabnya ada dua : 

- Ketika sudah lama lari, elevasi naik sedikit saja, heart rate pasti juga akan naik. 

- Ketika saya meningkatkan kecepatan lari. 

Oleh karena itu, alert angka Heart Rate di Smartwatch, saya jadikan rem ketika berlari. 

Mungkin teman saya di atas atau kolega Dahlan Iskan yang meninggal, selama bersepeda, Heart Rate sering berada lama di zona 5. 

Zona 5 juga disebut Zona Anaerobic. Pada Heart Rate di zona itu, energi didapatkan dari sumber sekunder. Energi bukan berasal dari sumber primer yaitu pembakaran Glikogen. Namun dari zat sisa hasil pembakaran yang sudah ada di darah, yang terpaksa dibakar kembali untuk mendapatkan energi secara cepat. Efek samping yang muncul adalah adanya asam laktat. Zat yang bertanggung jawab munculnya kram otot dan rasa capek. 

Itulah mengapa, saya justru sering terkena kram ketika habis main tenis. Karena pada saat main tenis, kemanapun bola tenis lari, pasti akan saya kejar. Efeknya itu tadi, terengah-engah. Heart Rate sering berada di zona 5, bahkan mungkin lebih tinggi dari HR Maksimum. 

Sedangkan ketika saat ini menekuni olah raga lari, karena sudah tahu zona heart rate aman, maka saya tidak pernah terkena kram. Walaupun sering berlari lebih dari 1 jam.

Jadi, lari itu tidak identik dengan terengah-engah. Namun kalau basah kuyup dengan keringat, itu pasti.

Kesimpulan : Olah ragalah dengan kadar aman dan nyaman Anda. Olahraga-lah maksimal di zona aman sesuai usia, yaitu Heart Rate Zona 4 = 90% x (220 - Usia).

Inti nasehat saya ada 2 :

- Berolahragalah agar sehat.

- Berolahragalah, tapi jangan sampai ter-engah-engah.

Itu saja.

(by Iif Turifah)

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »