Mengurangi Risiko Sakit Covid-19

agar tidak sakit corona
gaya hidup sehat menangkal virus covid 19

Sampai hari ini belum ada cara yang 100% bisa melawan musuh kita bersama: Covid-19.

Tapi setidaknya banyak penelitian yang “berkorelasi positif” terhadap penurunan risiko. 

Berikut ini saya bagikan kepada Anda hasil googling saya selama pandemi terjadi di dunia dan pengalaman pribadi melawan penyakit-penyakit aneh. 

1. Kurangi konsumsi gula.

Kalaupun Anda menyangkal bahwa gula & karbohidrat bersifat negatif terhadap tubuh, Anda harus mengakui bahwa generasi manusia hari ini berlebihan konsumsi gula. 

Bahkan jika kita merujuk pada panduan umum gizi seimbang dari pemerintah (60% carbs, 20% protein, 15% lemak), konsumsi gula manusia hari ini sudah berlebihan.

2. Perbanyak berjemur.

Saya lupa apa yang diaktifkan dari kegiatan berjemur ini, kalau nggak salah hal-hal seputar vitamin D. Intinya rajinlah berjemur. Manusia modern saking takut kulitnya hitam, malah gak pernah kena sinar matahari. Padahal manusia sejak ratusan ribu tahun yang lalu hampir setiap hari terpapar sinar matahari. 

3. Perbanyaklah bergerak.

Banyak yang takut dengan Covid-19 tapi malah mengurung diri di rumah. Kalau saya memilih untuk melawan dengan bergerak, di sekitar rumah. Overtraining nggak boleh, tapi undertraining juga nggak bagus. 

4. Tidur cukup 6-8 jam sehari, say no to begadang.

Dulu saya denial dengan menjustifikasi diri sendiri, “ah saya night owl bro. Kalo tidur memang pagi”. Yang ada badan ringsek, hubungan dengan keluarga berantakan, terlalu banyak yang dikorbankan. 

Setelah tidur dibenerin, ternyata banyak banget benefit yang saya dapatkan ketimbang begadang. Tipsnya: konsumsi melatonin selama proses “ngebenerin” jam tidur. Buat saya butuh sekitar 10 hari. Habis itu jam biologisnya mulai reset lagi. 

5. Hadapi ketidakpastian dengan bahagia & penuh spirit.

Hari esok tidak ada yang tau. Hadapi saja hari ini. Lakukan yang bisa dilakukan terbaik hari ini. Misal: jam kosong nih, kok nggak ada agenda ya? Baca buku, main dengan anak (dan istri), ngobrol dengan karyawan, menulis, bikin landing page, apapun lah. Kalo gak ada lagi yang bisa dikerjain, ya tidur aja. DON’T push yourself “too much”; just push it enough, near the point of failure.

6. Konsumsi Vitamin

Beberapa penelitian ada yang menganjurkan banyak konsumsi vitamin A, C, K, lalu buah Berry, Zinc (tauge, kacang-kacangan), Copper (kerang, ati ampela, coklat), dan bawang putih. Saya menganggap ini sebagai add-ons aja. 

7. Minum Kopi

Saya juga rutin mengonsumsi kopi, magnesium citrate untuk membantu proses pencernaan. So far saya hampir setiap hari BAB rutin setiap pagi dengan tekstur yang normal. 

Cara-cara di atas belum tentu bisa melawan pandemi. Tapi buat saya pribadi, saya merasakan peningkatan yang dramatis untuk level kesehatan saya pribadi.

Dulu saya penyakitan, 1-2 bulan sekali pasti ada aja sakitnya. Entah flu, pusing, masuk angin, bahkan puncaknya ya akhir tahun lalu saat dikatakan saya punya sakit yang gak bisa sembuh. 

Sekarang saya merasa lebih baik (jauh), secara stamina, clarity, fokus, perasaan, serasa lahir kembali. 

Perubahan = 1% keputusan + 99% pelaksanaan kata-kata.

sumber: fb army.alghifari

Kisah Nyata Pengidap Virus Corona yang Sembuh

sembuh mengobati virus corona
Kisah Sembuh dari Corona/Covid19

Sahabat2  yang baik hati, saya posting tulisan saya ini ada bbrp alasan, karena sedih juga kita mendapat berita peningkatan terkonfirmasi positif covid dan kabar duka karena Covid19, alasan saya adalah :


1. Permintaan teman2 agar saya share tulisan pengalaman, karena Alhamdulillah SAYA bisa sembuh (atas IZIN ALLAH)


2. Menebarkan aura positif bahwa C19 bisa sembuh n pulihasal semua kembali dari kita sendiri sebagai pasien dan tentunya semua atas izin Allah.


3. Memberi semangat n motivasi bagi yang masih sehat semoga bisa diambil hilkmah n pelajaran, dan buat yang sakit C19 insya Allah bisa memotivasi bisa sembuh.


4. Mengkonfirmasi bawah wabah C19 itu bukan konspirasi atau hoax, saya yang mengalami jadi pasien positif covid19.


Tetap waspada ya sahabat, jaga imun n kesehatan ..🙏🙏 MAAF KALAU TERLALU PANJANG 😊!!!

==========


SAYA TERKONFIRM POSITIF COVID19

Bang Fai, Pasien positif covid19 yang telah sembuh, warga Kota Depok.

*SURVIVOR COVID19


Sudah hampir memasuki 6 bulan pandemi covid19  nampaknya belum terlihat tanda-tanda akan usai di Indonesia. 


Virus yang muncul pada akhir 2019 di Wuhan, China. Di Wuhan ini telah menginfeksi lebih dari 2 juta orang, dengan 130 ribu wafat.


Pemerintah Indonesia menetapkan COVID-19 sebagai bencana non-alam berupa penyakit yang wajib ditanggulangi, seiring peningkatan kasusnya yang kian melesat dari hari ke hari.


Menurut WHO, sebagian besar (sekitar 80 persen) orang dengan COVID-19 sembuh tanpa penanganan medis khusus. Biasanya, mereka adalah orang yang positif corona namun tidak menunjukkan gejala apapun.


Sebagai laporan dalam angka kasus covid19 di dunia :


✅ Terinfeksi 21.088.506

✅ Wafat 757.656

✅ Sembuh 13.941.358

( 14 Agustus 2020, CNN News )


Sedang kasus Covid19 di Indonesia :


✅ Terinfeksi 130.

718

✅ Wafat 5.903

✅ Sembuh 85.798

( 13 Agustus 2020, TVRI )


Pada tanggal 29 Agustus 2020 (TV One)

- Terinfeksi 169.195

-  Wafat 7.261

- Sembuh 122.802


Angka infeksi virus corona di Indonesia terus bertambah. Kasusnya tak lagi hanya berpusat di Jakarta, namun sudah merambat ke hampir semua wilayah di Indonesia salah satunya kota Surabaya dan beberapa kota lain yang sempat jadi zona Merah. 


Di Jakartapun sudah melewati beberapa tahapan PSBB sampai ke PSBB transisi menuju pola gaya hidup NORMAL BARU.


Bahkan wabah covid sudah membentuk cluster-cluster seperti pesantren, markas TNI, pabrik, hypermarket dll.


Bagaimana cara kita membentengi diri darinya?


Saya sedikit sharing pengalaman karena ada beberapa teman-teman yang meminta menulis agar jadi hikmah dan pelajaran bagi yang lain.


GOWES

Baik, saya awali pada hari Ahad, tanggal 12 Juli 2020 saya gowes bersama teman-teman komunitas Gowes kota Depok. Buat saya pribadi ini rute cukup jauh karena saya termasuk new comer dan musiman dalam dunia pergowesan.


Hari Ahad selesai gowes sebelum zuhur, sorenya saya merasakan pusing di lanjut dengan badan meriang, saya sempat panggil tukang pijat karena jujur saya memang merasakan kelelahan. Saya pikir ini efek gowes.


Sejak senen saya merasakan sakit, gejala yang saya rasakan demam, meriang, kepala pusing, kalau kena air dingin badan menggigil,  lidah putih terasa pahit, batuk-batuk terus tidak henti-hentinya, kadang sesak nafas dan tidak ada nafsu makan, sehingga badan lemas.


Selama 14 hari saya sakit hanya berobat jalan saja dengan berganti 4 dokter di lokasi praktek yang berbeda namun saya tidak menampakan sembuh-sembuh. Sempat cek darah ke lab tapi hasilnya negatif kena Tipus dan DB dan saya belum mencurigai bahwa saya positif covid19.


Pada hari kamis 23/7/2020 saya sempat ke IGD RS G*I namun kalau mau di rawat dengan fasilitas BPJS harus minta rujukan ke Faskes rujukan, kecuali dengan biaya sendiri dan saat itu petugas kesehatan men chek kondisi saya belum darurat.  


Hari sabtu pagi 25/7/2020 saya ke dokter faskes klinik, disana dokter memberikan rujukan ke dokter ahli paru di RS G*I. Pulang kerumah saya cek ternyata jadwal dokter ahli paru hari senen dan kebetulan lagi cuti sampai 30/7/2020 dan ada jadwal dokter yang berbeda hari selasa.


DI RAWAT DI RUANG STERILISASI..


Wah ini baru hari sabtu, masih lama sementara saya sudah lemas, lunglai dan batuk-batuk tak hentinya. Saya minta di bawa saja ke RS.Ad**ka JakSel dan disana di terima di ruang IGD, darah saya di cek dan di ronsen. Dapat info saya ada infeksi paru-paru.


Saat itu saya diistirahatkan di ruang isolasi kemudian dokter lengkap berpakaian APD menemui saya, "karena saat ini lagi kondisi pandemi covid19 bapak harus di rawat di ruang sterilisasi selama 7 hari dan tidak boleh didampingi atau di jenguk, bagaimana bapak setuju?" Saya tidak punya pilihan maka saya terima saja.


KEGIATAN DI RAWAT INAP


Selama 7 hari saya di rawat ruang sterilisasi dengan baik oleh suster dan dokter. 1 kamar hanya 1 orang, selama di rawat  dokter dan susternya berpakian APD lengkap kayak Astronot. Tangan saya di infus dan saya di masukan selang oksigen melalui selang ke hidung.


4 x sehari suster mengontrol saya dan kadang sama dokter jaga dan dokter penyakit dalam, cek tensi, cek pernafasan okaigen, cek infus dan ganti infus kalau habis (sepertinya sudah 6 botol habis), memberi obat dan memberi makan nasi kotak serta dokter tanya2 tentang bagaimana kondisi saya saat itu apakah ada keluhan?. 


Kondisi saat itu saya masih lemah, tidak ada nafsu makan bahkan shalat hanya duduk dan bertayamum. Sedihnya selama di rawat saya memang benar-benar tidak ada nafsu makan, semua makanan yang diberikan dari RS hanya sedikit kemakan,  Alhamdulillah ada buah anggur, korma, madu, susu beebrand, dan kue-kue kering/sari roti buat mengganjal perut.


Dalam kondisi fisik saya yang lemah, meskipun saya di ruang sterilisasi tetap masih bisa memantau sosmed n WA Grup. Banyak sekali teman-teman yang japri menyampaikan doa-doa, semangat n motivasi bahkan mengirim suplemen obat-obat herbal dan logistik makanan dan minuman.


Inilah yang membuat imun saya kuat dan naik karena teman-teman selalu mensupport saya dengan doa dan motivasi, termasuk juga ada yang memberikan support dana buat biaya berobat. Indahnya Ukhuwah dan keberkahan berjama'ah.


Selama di rawat saya pun di kenalkan dengan dokter ahli paru (bukan dokter RS) yang tugas di wisma Atlet menangani pasien covid19 juga.


Beliau banyak memberikan masukan dan motivasi serta opsi-opsi pilihan bila harus di rawat di wisma atlet dan konsul dengan teman tenaga medis yang tugas di RSUI,  bahkan beliau (Dokter Paru) siap mengawal saya bila di rawat di wisma atlet dan menjamin hanya 1 pekan sudah bisa pulang namun dokter juga memberikan opsi bisa Karantina mandiri...Masha Allah dokter ini baik sekali.


Pada hari ke 2 ( 26 Agustus) di rawat saya di Swab Pertama dan hari ke 2 (27 Agustus) saya di Swab Kedua. Kondisi saat ini memang masih drop.


Memang selain rapid test, terdapat tes polymerase chain reaction (PCR) dengan memeriksa spesimen dari swab tenggorokan dan ujung mulut. Metode ini dinilai lebih akurat meski butuh waktu lebih lama, yakni sekitar 2-4 hari. Ini yang dilakukan kepada saya.


Hari ke 5 (29 Agustus) saya di kabari suster. Bpk jangan kaget ya dengan hasil swabnya.. saya tanya bagaimana suster? Suster menjawab "Bapak hasilnya POSITIF", artinya saya konfirm positif kena Covid19..😭😭 siapa yang tidak kaget mendengar kabar ini disaat itu juga ada kabar berita di TV seorang dokter muda ahli paru  wafat karena covid19.


Dunia rasanya mau runtuh dan hati saya sempat tergoncang..banyak istighfar selalu saya lantunkan, namun saya selalu teringat dengan doa teman-teman agar selalu semangat, positif thingking, karena kesehatan fisik sangat berpengaruh dengan kondisi mental. Ini point saya.


Keluarga di rumah saya kabari dan kebetulan saya pak RT di lingkungan jadi saya sampaikan kepada Sekretaris RT tentang kondisi saya Positif Covid. Saya mau langsung izin leave dari grup RT (perumahan) agar saya bisa fokus pada kesehatan saya. Yang menjalankan kegiatan ke RTan Sekretaris saya dibantu Bendahara, mana saat itu lagi sibuk persiapan qurban 1441H.


Karena saya konfirm positif Covid maka keluarga saya di rumahpun harus di isolasi mandiri di rumah. Semua kebutuhan logistik makanan di supply dari warga. Alhamdulillah indahnya ukhuwah dan kebersamaan dalam bertetangga, saat ada warga yang lagi kesulitan atau mengalami ujian sakit apalagi pak RTnya saya sendiri warga mensupport keluarga di rumah.


Satu hal lagi saya belum menyampaikam kepada teman-teman bawah saya kena covid19, baru kepada keluarga. Tapi ada teman saya yang Psikolog men telpon saya saat sudah menjalani Karantina/Isolasi Mandiri agar saya membuka diri dan menyampaikan ke teman tetang kondisi saya, saya di berikan masukan dan motivasi bahwa Covid19 ini bukanlah PENYAKIT AIB, ini adalah pandemi yang sudah menyebar ke seluruh dunia. Hal ini agar teman tahu dan banyak yang mendoakan serta mensupportnya.


Kalau bicara data yang wafat covid19 bisa menimpa siapa saja, ada publik pigure, pejabat kepala daerah, Ustad bahkan dokter dan tenaga kesehatan banyak yang harus mengalami kematian.


MENJALANI ISOLASI/KARANTINA MANDIRI


Pada hari ke 6 saya tanya ke dokter apakah besok hari ke 7 saya sudah bisa pulang ? Dokter belum bisa menjawab katanya liat kondisi besok, namun malamnya suster saat kontrol ke kamar saya kasih bapak besok sudah bisa pulang tapi harus menjalani Karantina/Isolasi Mandiri (KM) dulu. KM kalau di rumah harus benar-benar terpisah dengan anggota keluarga, namun akhirnya saya memutuskan KM di luar dari rumah. 


Sabtu siang saya cek out dari rumah sakit tapi saya langsung karantina mandiri di salah satu tempat buat KM.


Siapa saja sìh yang wajib mengisolasi diri sesuai protokol Kemenkes?


1. Orang sakit (demam/batuk/pilek/nyeri tenggorokan/penyakit pernapasan) yang tidak memiliki risiko penyakit penyerta seperti diabetes. 

2. Orang dalam pemantauan (ODP) yang punya gejala demam/penyakit pernapasan dengan riwayat dari negara atau wilayah terjangkit corona. 

3. Orang tanpa gejala tapi pernah kontak erat dengan pasien COVID-19.


Apa yang harus dilakukan selama isolasi mandiri? 

( bila masih 1 rumah).


Isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari, jaga kebersihan rumah, kamar harus terpisah dari anggota keluarga lainnya


1. Amati perkembangan gejala seperti batuk, kesulitan bernafas

2. Hindari pemakaian alat makan dan perlengkapan mandi secara bersama.

3. Bejermur dibawah sinar matahari pagi

4. Jaga jarak dengan anggota keluarga lain

5. Gunakan masker dan ukur suhu tubuh setiap hari

6. Hubungi layanan kesehatan jika kondisi memburuk


Jadi selama saya menjalani Karantina Mandiri karena saya benar-benar pisah dari rumah ya kegiatannya tetap merujuk pada protokol Kemenkes cuma ditambah dengan kegiatan Taqarub Illah dengan banyak doa, zikir, doa matsurat dan tilawah disela2 waktu dan tambahan asupan suplemen herbal.


Kalau pagi jam 06.00-07.00 saya jalan santai cari keringat tidak jauh-jauh masih sekitar tempat KM, karena saya butuh oksigen yang masih bersih dan habis sarapan lanjut bejemur sinar matahari.


Kalau kegiatan malam banyak aktiftas santainya buat menghilangkan kejenuhan ya nonton TV atau mantau Smartphone membalas-balas WA.


Teman saya juga menitipakan doa yang selalu saya ucapkan selama sakit :


Banyak doa:

1. Faidza maridhtu, fahuwa yasyfin

2. Rabbi anni massaniyaddhurru wa anta arhamurraahimin. 


Dan dawamkan dzikir:

1. Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syaiun fil ardhi walaa fissamaa i wahuwas sami'ul 'alim

2. Laa ilaaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadz dzaalimin. 

Sesering mungkin


Doa Ketika Sakit 

بِسْمِ اللَّهِ (3×) أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (7×)


Bismillaah (3x). A'uudzu billaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (7x).


Dengan nama Allah (3x). Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya, dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan aku khawatirkan (7x).


HR. Muslim 4/1728, Abu Daud, Malik, dll.

Keterangan:


Doa ini dibaca ketika ada salah satu bagian tubuh kita yang sakit.

Caranya: letakkan tangan kita di bagian tubuh yang sakit, pijat pelan-pelan, sambil membaca: (doa di atas).


Hadis selengkapnya:

Dari Utsman bin Abil 'Ash radhiyallahu 'anhu, bahwa beliau mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena rasa sakit yang ada di badannya. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi nasihat kepadanya: "Letakkan tanganmu di bagian tubuh yang sakit, dan ucapkanlah: (doa di atas)."


Selama di rawat di RS ruang full AC jadi selama di rawat saya tidak kena sinar matahari, menurut saya juga kurang sehat.


Jadi selama KM saya mengalami kondisi yang lebih baik, nafsu makan membaik, tidak demam dan batuk berkurang, dan kena sinar matahari.


Intinya selama Karantina Mandiri saya menjalani CORONA :


C = Ceria  ( positif thingking, semangat untuk sembuh)

O = Olah Raga ( jalan santai tiap pagi)

R = Resik ( selalu menjaga kebersihan)

I = Ogah junk food ( makan nutrisi yg sehat dan suplemen herbal)

N = Ngaso ( Istirahat yang cukup)

O = Anti Oksidan ( makan sayur2 n buah2)


DARI MANA KENA VIRUS COVID19 ?


Saya termasuk yang cukup disiplin terhadap protokol covid19, jarang keluar rumah kecuali ada yang penting harus keluar, selalu memakai masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan.


Jadi kalau ditanya saya tertular dimana saya tidak bisa menjawabnya secara valid.


Asumsi saya habis gowes karena kelelahan sehingga imun saya menurun, saya tidak menyalahkan gowesnya karena gowes itu olah raga yang bisa bikin sehat cuma mungkin badan saya yang belum siap, padahal sebelum gowes kami ada pemanasan n peregangan.


Terus saya juga pernah naik kereta KRL tapi masih bukan jam sibuk dan di dalam kereta juga kan sistem duduknya berjarak, saya pernah ke mall saat mulai di buka karena ada sesuatu yang mau dibeli, dan karena saat itu musim qurban saya beberapa kali ke kandang Sapi. Jadi saya tidak tahu  kena virus covid19nya dimana.


BAGAIMANA GEJALA TERPAPAR COVID19 ?


Gejala corona, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), muncul 2-14 hari setelah tubuh terpapar virus. 


Biasanya ditandai dengan demam, batuk, sesak napas, nyeri di dada, dan bibir atau wajah kebiru-biruan. Bisa juga sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit perut, atau diare.


Yang saya alami selama 14 hari sakit berobat jalan memang mirip, awalnya saya kira saya kena Tipus atau DB tapi ternyata hasilnya NEGATIF.


Tapi saat ini ada juga orang yang terkonfirmasi positif tanpa gejala, nampak kelihatan sehat-sehat saja begitu di Swab tes hasilnya POSITIF.


BAGAIMANA BISA TERHINDAR DARI COVID19 ?


1. Jaga kebersihan ; rajin cuci tangan, hindari menyentuh wajah

2. Pelihara daya tahan tubuh ; jaga jarak dengan orang lain, konsumsi makanan yang bernutrisi, olah raga rutin dirumah, hindari merokok

3. Perhatikan jika ada gejala sakit ; gunakan masker, isolasi diri, cari bantuan medis

4. Rawat kesehatan mental ; kurangi konsumsi berita negatif, tetap semangat n positif thingking, ikhlas n ridho atas yang kita alami serasa perbanyak doa, zikir dan tilawah al quran


Satu hal lagi saya mengkonsumsi suplemen Herbal saat sejak di rawat inap dan lanjut Karantina Mandiri.


Untuk menghargai pemberian teman-teman, iya semua itu pemberian teman-teman yang simpati pada kondisi saya. Herbal yang saya konsumsi antar lain Biojanna, Probiotik, Biovid, lemonitas, Bio8, propolis, kurma madu Angkrak, jahe murni, Madu, Vitamin C, extra food, susu beebrand.


Disambil saya konsumsi obat yang harus saya habiskan sampai masa karantina, herbal-herbal diatas saya konsumsi dan Alhamdulillah kondisi imun saya semakin baik dan sudah hilang semua gejala2 covid19 dan keluhan2 lainnya, kecuali masih ada sisa batuk yang kadang2 muncul.


Buat kalian yang mengalami demam, batuk, dan kesulitan pernapasan baiknya mencari bantuan medis dan segera konsultasikan ke dokter.


Setelah saya usai menjalani Karantina Mandiri saya mendapat kabar baik dari RS An**ika tempat saya di rawat bahwa hasil Swab kedua NEGATIF, langsung saya sujud Syukur usai mendengar kabar baik ini ..


Karena sudah menjalani karantina mandiri tidak ada gejala atau keluhan menurut dokter ada revisi protocol covod19 Kemenkes itu sudah dianggap sembuh. Namun untuk lebih meyakinkan kembali  atas masukan teman, saya melakukan Swab Mandiri di RS Hermina,  setelah 3 hari menunggu Alhamdulillah hasilnya kembali NEGATIF.


Inilah karunia Allah, saya telah melewati fase-fase kritis dan diakhiri dengan hasil yang sesuai harapan kembali pulih. Alhamdulillah..


Teman-teman terus jaga kesehatan, ya. Tetap di rumah dan jangan keluar bila tak ada keperluan mendesak, agar penyebaran coronavirus dapat segera ditekan. 


Ingat CORONA BELUM BERLALU !!


Keep Healthty Your Body !!

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Anda Tertular Virus Corona

jika anda kena virus corona
apa yang harus dilakukan jika sakit corona/covid19

Semua orang memberi tahu Anda bagaimana agar TIDAK tertular virus corona, tetapi TIDAK ADA yang mengatakan apa yang harus dilakukan jika Anda tertular virus corona. Terima kasih kepada perawat di Inggris untuk menyusun panduan ini.

Akhirnya, ada beberapa saran yang masuk akal dari Perawat di Inggris.

Apa yang sudah banyak saya lihat adalah rekomendasi2 untuk mencoba menghindari virus corona:

• Mencuci tangan dengan baik.

• Menjaga kebersihan pribadi.

• Jaga jarak dengan orang lain.

tetapi saya belum lihat banyak adalah saran apa yang diberikan jika Anda benar-benar tertular virus corona, untuk persiapan2 yang harus dilakukan. 

Jadi, sebagai perawat, izinkan saya membuat beberapa saran:

Jika Anda tertular Virus Corona (Covid-19):

Anda pada dasarnya hanya ingin mempersiapkan diri, seolah-olah Anda tahu Anda akan mengalami gangguan pernapasan yang parah, seperti bronkitis atau pneumonia. Anda hanya memiliki pandangan ke depan untuk mengetahui hal itu mungkin akan terjadi pada Anda!

Hal-hal yang harus mulai dilakukan sekarang:

Berjemur sinar matahari selama 20 menit pada seluruh tubuh Anda (atau sebanyak mungkin) setiap hari. Ini secara dramatis akan meningkatkan kadar Vitamin D Anda, yang meningkatkan sistem kekebalan Anda.

Jika terjangkau, minumlah suplemen umum yang baik, ditambah 2000 mg Vit C 1x sehari. Sertakan ZINC, SELENIUM & GLUTATHIONE.

Scott's Emulsion adalah tonik umum yang bagus (minyak hati ikan kod).

Hal-hal yang harus Anda beli sebelumnya:

 Tisu*.

 Parasetamol*.

 Obat batuk* pilihan (periksa label dan pastikan Anda tidak menggandakan Paracetamol).

 Tablet hisap seng*.

 Semprotan tenggorokan* seperti Andolex atau TCP.

 Madu dan lemon* dapat bekerja dengan baik!

 Vicks* vaporub untuk dada Anda juga merupakan saran yang bagus.

Humidifier akan menjadi hal yang baik untuk dibeli dan digunakan di kamar Anda ketika Anda pergi tidur semalaman. (Anda juga bisa menyalakan shower dan duduk di kamar mandi menghirup uap).

Jika Anda memiliki riwayat asma dan Anda memiliki resep inhaler, pastikan yang Anda miliki tidak kadaluarsa dan isi ulang/dapatkan yang baru jika perlu.

Makanan. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk menyiapkan makanan: buat sup dalam jumlah besar untuk dibekukan dan tersedia sewaktu diperlukan.

Hidrasi. Persediaan minuman favorit Anda untuk diminum, meskipun air putih cukup baik, atau Anda mungkin menyukai variasi minuman yang lainnya.

Apabila ada gejala demam lebih dari 38°C, gunakan Paracetamol karena lebih baik daripada Ibuprofen.

Istirahat banyak. Anda tidak boleh meninggalkan rumah Anda! Bahkan jika Anda merasa lebih baik, Anda mungkin masih akan menularkan virus corona selama empat belas hari dan harus dihindari jangan bertemu orang tua dan orang-orang lain.

Kenakan sarung tangan dan masker untuk menghindari mencemari orang lain di rumah Anda.

Isolasi di kamar Anda jika tidak tinggal sendirian, minta teman dan keluarga untuk meninggalkan persediaan makanan dll. di luar untuk menghindari kontak.

Sanitasi sprei dan pakaian Anda sesering mungkin dengan mencuci dan membersihkan kamar mandi Anda dengan pembersih yang disarankan.

Anda TIDAK PERLU PERGI ke RUMAH SAKIT kecuali Anda mengalami kesulitan bernapas atau demam Anda sangat tinggi (lebih dari 39° C) dan tidak dikelola dengan minum obat-obatan.

90% dari kasus orang dewasa yang sehat sejauh ini telah dikelola di rumah dengan istirahat dasar / hidrasi / obat-obatan yang dijual bebas.

Jika Anda khawatir atau dalam kesulitan atau merasa gejala Anda semakin buruk:

Risiko yang sudah ada sebelumnya. Jika Anda memiliki kondisi sakit paru-paru yang sudah ada sebelumnya (COPD, emphysema, kanker paru-paru) atau sedang menggunakan imunosupresan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk berbicara dengan Dokter Anda atau spesialis tentang apa yang mereka ingin Anda lakukan jika Anda sakit.

Anak-anak. Satu kelegaan besar bagi Anda orang tua adalah bahwa anak-anak KUAT apabila tertular dengan virus corona, mereka biasanya bangkit kembali dalam beberapa hari (tetapi mereka masih akan menular). Cukup gunakan dosis anak.

*Tenang dan bersiaplah secara rasional * dan semuanya akan baik-baik saja. Ini untuk memberi tahu kita semua bahwa pH untuk virus corona bervariasi dari 5,5 hingga 8,5.

Yang perlu kita lakukan, untuk mengalahkan virus korona, kita perlu mengambil lebih banyak makanan alkali yang berada di atas tingkat pH virus di atas.

Beberapa di antaranya adalah:

 * Lemon - 9,9 pH *

 * Kapur - 8.2pH *

 * Alpukat - 15,6pH *

 * Bawang Putih - 13,2pH *

 * Mangga - 8.7pH *

 * Tangerine - 8.5pH *

 * Nanas - 12,7pH *

 * Dandelion - 22,7pH *

 * Jeruk - 9.2pH *

Bagaimana Anda tahu Anda tertular virus corona?

1. Gatal di tenggorokan.

2. Tenggorokan kering.

3. Baruk kering.

4. Suhu tinggi.

5. Sesak nafas.

6. Kehilangan indra perasa & bau.

7. Covid toes - jari kaki membiru / hitam.

Jadi apabila Anda memperhatikan hal-hal ini, cepat ambil air hangat dengan lemon dan minum.

Jangan simpan informasi ini hanya untuk diri sendiri. Kirim ke semua keluarga dan teman Anda.

Olahraga Dapat Menyebabkan Serangan Jantung?

Jangan Olah Raga dengan Napas Terengah-engah
Jangan Olah Raga dengan Napas Terengah-engah
Beberapa waktu yang lalu, salah satu teman kantor meninggal dunia secara mendadak. 

Berdasarkan informasi, sebelum meninggal, ybs menjalani olah raga sepedaan. Pada pagi hari, ybs baru saja mengupload di aplikasi Strava, aktivitas sepedaan sejauh 32 K dengan waktu lebih dari 2 jam. Dugaannya, ybs meninggal karena serangan jantung. 

Olah raga itu penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Tetapi tidak boleh berlebihan. Harus memiliki prinsip: "listen to your body." Jika abai, bisa berbahaya, terutama bagi jantung.  

Saya perlu bercerita secara khusus terkait hal tersebut. 

Bagaimana cara mengetahui kalau olahraga yang dilakukan masuk katagori berlebihan? 

Setelah belajar lari sekitar 1,5 tahun ini, saya sekarang sudah terbiasa lari sejauh 10 KM. Pernah lari hingga sejauh 21 KM. 

Pertanyaannya, apakah pada saat lari sejauh itu saya harus terengah-engah? Tidak! 

Ada apa dengan "terengah-engah"?

Terengah-engah adalah efek ketika olahragawan memaksakan diri untuk berolahraga lebih keras. Melebihi kemampuan dasarnya. Tanda lainnya adalah denyut jantung yang terasa lebih cepat. "Deg-degan" istilahnya. 

Jika pelari mengukur denyut jantung (Heart Rate)-nya menggunakan alat (Smartwatch atau gelang pintar), akan terlihat perbedaannya. 

Heart Rate (HR) Zone dibagi menjadi 5 zona, dihitung berdasarkan usia pelari dengan rumus = HR = Y% x (220 - Usia). Gambar di bawah akan lebih menjelaskan. 

Karena saat ini saya berumur 51 tahun, maka rincian zona HR saya adalah sbb. :

Zona / Y1 - Y2 / HR, BPM / Istilah 
1 / 50% - 60% / 85 - 100 / Resting
2 / 60% - 70% / 101 - 117 / Warm Up
3 / 70% - 80% / 118 - 134 / Fat Burning
4 / 80% - 90% / 135 - 151 / Aerobic 
5 / >90% / >152 / Anaerobic

Data di atas menunjukkan bahwa batas Heart Rate Zona 4 saya adalah di 151 BPM. Selama saya berlari dengan Heart Rate di bawah 151 BPM, maka saya tidak akan terengah-engah. Tidak ada nafas yang memburu. Tidak ada debar jantung berlebihan. Ciri khas lainnya, saya masih bisa bercakap-cakap dengan lancar.

Apa efeknya jika saya sering berlari dengan Heart Rate di atas 152 BPM atau berada di zona 5?

Zona 5 adalah zona berbahaya. Jika anda masih muda, mungkin masih aman. Tetapi jika sudah berusia lebih dari 50 tahun dan tidak terlatih, maka dapat berisiko terhadap jantung. 

Apakah penyebab heart rate naik? Pengalaman saya, penyebabnya ada dua : 

- Ketika sudah lama lari, elevasi naik sedikit saja, heart rate pasti juga akan naik. 

- Ketika saya meningkatkan kecepatan lari. 

Oleh karena itu, alert angka Heart Rate di Smartwatch, saya jadikan rem ketika berlari. 

Mungkin teman saya di atas atau kolega Dahlan Iskan yang meninggal, selama bersepeda, Heart Rate sering berada lama di zona 5. 

Zona 5 juga disebut Zona Anaerobic. Pada Heart Rate di zona itu, energi didapatkan dari sumber sekunder. Energi bukan berasal dari sumber primer yaitu pembakaran Glikogen. Namun dari zat sisa hasil pembakaran yang sudah ada di darah, yang terpaksa dibakar kembali untuk mendapatkan energi secara cepat. Efek samping yang muncul adalah adanya asam laktat. Zat yang bertanggung jawab munculnya kram otot dan rasa capek. 

Itulah mengapa, saya justru sering terkena kram ketika habis main tenis. Karena pada saat main tenis, kemanapun bola tenis lari, pasti akan saya kejar. Efeknya itu tadi, terengah-engah. Heart Rate sering berada di zona 5, bahkan mungkin lebih tinggi dari HR Maksimum. 

Sedangkan ketika saat ini menekuni olah raga lari, karena sudah tahu zona heart rate aman, maka saya tidak pernah terkena kram. Walaupun sering berlari lebih dari 1 jam.

Jadi, lari itu tidak identik dengan terengah-engah. Namun kalau basah kuyup dengan keringat, itu pasti.

Kesimpulan : Olah ragalah dengan kadar aman dan nyaman Anda. Olahraga-lah maksimal di zona aman sesuai usia, yaitu Heart Rate Zona 4 = 90% x (220 - Usia).

Inti nasehat saya ada 2 :

- Berolahragalah agar sehat.

- Berolahragalah, tapi jangan sampai ter-engah-engah.

Itu saja.

(by Iif Turifah)

Tips Mencegah Infeksi Virus Corona

Sekarang pihak China  sudah mengerti ciri-ciri dari virus COVID-19 berkat berbagai otopsi yang telah mereka lakukan. Ciri khas virus ini adalah menyumbat saluran-saluran pernafasan dengan lendir kental yang mengeras dan memblokir saluran pernafasan dan paru-paru. Jadi sebelum menggunakan obat, harus terlebih dahulu membuka sumbatan saluran pernafasan, agar pengobatan dapat berfungsi maksimal. Namun, ini semua memakan waktu beberapa hari. Rekomendasi mereka untuk menjaga diri agar survive adalah_:

*1. Minum banyak cairan yang panas (kopi, sup, teh, air hangat)*

*Selain itu, menyeruput sedikit air hangat setiap 20 menit, supaya rongga mulut tetap lembab, dan ini juga mengusir semua virus yang telah masuk ke mulut hingga ke perut, di mana ia akan dinetralkan oleh asam di lambung, sehingga tidak bisa sampai ke paru-paru*

*2. Berkumur dengan bahan antiseptic dalam air hangat, seperti cuka, garam atau lemon*

*3. Virus ini menempel di rambut dan pakaian. Bisa dibunuh oleh deterjen atau sabun, tetapi anda harus langsung mandi/shower setelah setiap pulang dari suatu perjalanan*

*Jangan duduk dulu tetapi langsung pergi ke kamar mandi*

*Kalau tidak bisa mencuci pakaian setiap hari, digantung akan lebih baik supaya kena sinar matahari, yang juga akan menetralkan virus*

*4. Mencuci semua permukaan yang terbuat dari logam dengan baik, karena virus bisa bertahan hidup hingga 9 hari di semua yg terbuat dari logam, selalu dispray dengan antiseptik semua gagang pintu, gembok, pegangan pagar dll dll*

*Berhati-hati sehingga tidak serta merta menyentuh rel pegangan tangan, gagang pintu, dst  sebelum di spray antiseptik*

*5. Menyemprot antiseptik atau Mencuci tangan setiap 20 menit dengan sabun yang berbusa. Lakukan ini selama 20 detik dan mencuci tangan secara menyeluruh*

*6. Makan buah-buahan dan sayuran. Coba menaikkan jumlah zat besi, bukan hanya sekedar vitamin C*

*7. Hewan tidak menyebarkan virus ini kepada manusia. Hanya ada transmisi antar manusia*

*8. Menghindari terkena flu. Ini bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh*

*9. Menghindari jangan makanan atau minuman dingin*

*10. Apabila anda mengalami rasa tidak nyaman dalam tenggorokan, atau merasa tanda-tanda akan sakit tenggorokan, langsung dilawan dengan metode-metode diatas*

*11. Berjemur disinar matahari jam 9-10*

*Virus ini biasa masuk ke dalam sistem tubuh melalui mulut, dan bertahan di tenggorokan selama 3 atau 4 hari sebelum pindah ke paru-paru*

_*Selalu beribadah dan berdoa kepada Tuhan YME, Allah SWT*_

*Semoga berhasil, jaga diri kalian, dan silahkan bagikan informasi ini*
MENGENAL GEJALA INFEKSI CORONA

MENGENAL GEJALA INFEKSI CORONA


HARI KE 1-31. Gejala mirip masuk angin
2. Sakit tenggoroka  ringan, sedikit sakit
3. Tidak demam tidak lelah
4. Masih makan minum secara normal

HARI KE 4
1. Sakit te ggorokan sedikit, mabuk badan
2. Suhu tubuh mulai naik
3. Mulai anaroksia, sakit kepala ringan
4. Mulai suara serak dan diare ringan

HARI KE 5
1. Sakit tenggorokan suara serak
2. Suhu tubuh berkisar antara 36,5-36,7
3. Tubuh panas ringan
4. Tubuh lelah, merasakan nyeri sendi
(tahap ini sulit dikenali sebagai infeksi dingin atau koroner)

HARI KE 6
1. Mulai demam ringan suhu sekitar 37
2. Batuk dengan lendir atau batuk kering
3. Kelelahan, mual, sesekali sulit bernafas
4. Jari sakit, diare, bisa muntah

HARI KE 7
1. Demam lebih tinggi dari 27,4 - 37,8
2. Batuk berdahak berlebihan
3. Nyeri semua badan
4. Frekuensi nafas pendek dan muntah

HARI KE 8
1. Demam mencapai suhu 38 lebih
2. Sulit bernafas dan batuk tak berhenti
3. Susah berbicara, sakit kepala
4. Nyeri sendi, sakit punggung

HARI KE 9
1. Gejala bertambah buruk
2. Demam berantakan, batuk tidak mereda
3. Meski sudah berusaha anda kesulitan bernafas
(Pada saat ini tes darah dan rontgen paru-paru harus di ambil untuk di periksa)

Bantu share agar semua orang paham Gejala Corona, agar orang paham apa yang harus di perbuat.

SATU kebaikanmu akan menolong BANYAK orang.

www.sehathebat.com
Konfirmasi WHO Tentang COVID-19

Konfirmasi WHO Tentang COVID-19

Just information :
*Dikarenakan informasi tentang Covid-19 banyak beredar tidak jelas sumbernya, WHO mengeluarkan informasi bantahan beberapa informasi yang beredar di masyarakat. Dalam hal ini jangan mudah percaya dengan informasi dari pihak manapun tanpa validitas resmi*

Berikut informasi dari WHO:

1. Iklim cuaca panas dan lembab (seperti Indonesia) tidak bisa mencegah Coronavirus.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan sering membersihkan tangan. Hilangkan virus yang mungkin ada di tangan Anda dan hindari infeksi yang dapat terjadi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda.

2. Cuaca dingin dan salju TIDAK BISA membunuh coronavirus baru.

3. Mandi air panas TIDAK mencegah Covid-19.

4. Coronavirus baru TIDAK DAPAT ditransmisikan melalui produk atau barang dari Cina atau negara mana pun di mana kasus telah dilaporkan.

5. Coronavirus baru TIDAK DAPAT ditularkan oleh gigitan nyamuk.

6. Hanya menggunakan pengering tangan Tidak efektif untuk membunuh coronavirus baru. Sebelum menggunakan pengering tangan, cuci tangan menggunakan antiseptik.

7. Jangan gunakan lampu ultraviolet (UV) untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya, karena radiasi ultraviolet dapat menyebabkan iritasi kulit.

8. Alat pendeteksi suhu panas tubuh tidak menjamin mampu mendeteksi Coronavirus. Jika orang yang terinfeksi sudah mengalami demam, alat ini cukup berguna. Namun, interval waktu seseorang terinfeksi hingga terjadi demam adalah 2 hingga 10 hari.

9. Jangan menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh Anda dengan maksud membunuh coronavirus. Yang harus dicatat, alkohol dan klorin mungkin berguna untuk mendisinfeksi permukaan, tetapi harus digunakan sesuai dengan rekomendasi yang tepat.

10. Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus corona baru. Namun, disarankan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan Anda.

11. Vaksin pneumonia tidak bisa melindungi Anda dari Covid-19, virus ini membutuhkan vaksin khusus. Hingga saat ini vaksin Covid-19 belum ditemukan, masih dalam tahap penelitian.

12. Air garam tidak bisa melindungi Anda dari infeksi Covid-19.

13. Bawang putih tidak bisa melindungi Anda dari infeksi Covid-19.

14. Orang dari segala usia berpotensi terinfeksi Covid-19. Orang dengan usia tua dan orang-orang dengan kondisi penyakit seperti asma, diabetes, penyakit jantung, lebih rentan karena kondisi kesehatan mereka buruk.

15. Obat antibiotik TIDAK efektif dalam pencegahan dan pengobatan coronavirus baru. Yang harus dicatat, antibiotik bekerja untuk melawan bakteri, sedangkan Covid-19 adalah virus.

16. Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang direkomendasikan untuk pencegahan atau pengobatan coronavirus baru (Covid-19). Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menjalani perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati.

Sumber: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters?fbclid=IwAR0G6kvRsg2QuA8_uQh6xCMNSomyjpSD-dUu5dWy34X5mdYIPgZdpxIh9FQ

---------
VIRUS CORONA BUKAN VIRUS DENGUE

VIRUS CORONA BUKAN VIRUS DENGUE

Jenis virus itu ratusan, bahkan ribuan. Masing-masing jenis virus punya tabiatnya sendiri. Berbeda jenisnya berbeda pula cara penularannya. Berbeda pula pintu masuknya ke dalam tubuh. Ada yang mengalami siklus kehidupannya di inang lain sebelum menularkan ke manusia, misal virus dengue pada DB, ada yang ditelan lewat pencernaan virus polio, ada yang lewat udara (air borne) virus polio, cacar, ada juga yang lewat hubungan seks virus HIV. 

Virus corona menular lewat percikan ludah (droplet infection). Artinya virus keluar dari tubuh penderita (saluran napas) lewat percikan ludah sewaktu batuk, bersin dan bercakap-cakap. Ini serupa dengan penularan basil TBC, yang juga lewat pucratan liur dari mulut dan hidung penderita. 

Jarak tularnya tentu berbeda dengan penularan virus yang beterbangan jauh di udara (air borne), virus corona tak lebih dari 2 meter mulut pengidapnya jauh tularnya. Jadi itu berarti kita baru tertular virus corona apabila berada sejauhnya 2 meter dari pengidap corona. Itu pun kalau dia batuk, bersin atau kita bercaka-cakap sejarak itu. 

Beberapa jam setelah virus keluar dari mulut dan hidung pengidap, virus akan mati.  Mereka yang berada jauh dari pengidap corona, kendati pengidapnya batuk, bersin, virusnya tidak menjangkau mereka.

Percikan ludah dan liur dari pengidap akan melekat di dekat pengidap batuk dan bersin, mungkin di lantai, di kursi tempat pengidap duduk, dan semua peralatan dan benda di sekitar pengidap. Itu alasan mengapa jemari kita selama berada di tempat publik sebaiknya tidak memegang wajah.

Mengapa wajah? Oleh karena hidung dan mata dan mulut berada di wajah. Bila jemari yang sudah tercemar virus corona yang kita tidak tahu entah dari mana tercemar di tempat publik, lalu menyentuh wajah, virus akan menjalar dengan mudah ke hidung, mata, atau mulut. 

Termasuk di dalam kabin pesawat. Kita tidak tahu apakah dalam pesawat sedang ada pengidap virus corona. Dalam masa inkubasi atau masa tunas, pengidap virus belum memperlihatkan gejala, namun di saluran pernapasannya sudah ada virus corona yang setiap saat siap tersemprotkan lewat batuk dan bersin, atau bercakap-cakap.

Virus yang melekat pada benda atau peralatan di sekitar pengidap akan segera mati juga dalam hitungan jam. Virus bertahan lebih lama, mungkin 3-4 jam bila berada di lendir, liur, atau cairan, dan bukan di benda mati. 

Lalu apa artinya ini? Hanya apabila jemari kita menyentuh semua barang yang berada di sekitar pengidap dan virusnya belum mati saja, dan kita menyentuh wajah, memasukkan jari ke hidung mengucek mata, maka kita baru akan tertular.

Lalu bagaimana orang-orang yang berada jauh dari pengidap virus? Barang tentu tidak mungkin tertular. Jangankan orang yang berada sekota, setetangga dengan pengidap corona saja pun atau ada yang positif mengidap virus corona, kecil kemungkinan tertular. Kasus positif corona sudah pasti tidak berkeliaran, atau hanya mungkin berkeliaran kalau lolos dari deteksi, atau tidak mau berobat walau flu dan sesak napas. Tapi ini kecil kemungkinan. 

Jadi, yang dalam tubuhnya membawa virus corona, adalah mereka yang mengidap tapi belum kelihatan sakit. Kita tahu secara epidemiologis, di antara satu pengidap virus ada lebih 10 orang yang berpotensi tertular. Lalu dari yang sepuluh sudah tertular masing-masing menulari lagi 10 lainnya menjadi 100 yang tertular. 

Jahatnya virus corona adalah karena daya tularnya yang tinggi dibanding sekerabat corona lainnya. Namun untungnya, angka kematian corona virus tetap hanya 2 persen saja dibanding SARS yang bisa 15 persen.

Jadi sesungguhnya terhadap corona lebih penting upaya pencegahan bagi masyarakat. Berjaga-jaga barangkali ada pengidap virus berkeliaran di tempat publik. Dan itu tidak banyak. Lebih penting tidak ke tempat publik kalau tidak perlu. Pakai masker hanya kalau ke tempat publik di wilayah yang sudah ada kasusnya. Kalau dilaporkan sudah ada 2 kasus positif di Depok, artinya wilayah itu yang kemungkinan sudah ada penularan ke sejumlah orang, seturut perhitungan epidemiologis, dibanding wilayah lain yang belum ada kasus. 

Perlu ditelusuri pula, ke mana saja tamu Jepang penular 2 kasus itu alibi jejaknya, selain 2 kasus ini juga sudah singgah ke mana dan berada di mana setelah bertemu tamu Jepang yang sakit itu. Ditelusuri pula di RS Depok tempat 2 kasus pernah berobat sudah bertemu dengan siapa saja, suster dan dokter siapa, berada di ruangan mana. Itu semua untuk melakukan surveilans supaya jejak-jejak pengidap bisa dibersihkan.

Ihwal memakai masker sendiri, sesungguhnya hanya bagi yang sedang demam, flu, batuk pilek saja yang perlu atau kita yang berada di dekat wilayah yang sudah ada kasusnya. Tetangga 2 kasus itu pun sebetulnya belum tentu berisiko tertular karena virusnya sudah tidak ada, apalagi keduanya sudah masuk RS Soelianti Soeroso. 

Masyarakat perlu dikendurkan rasa takut apalagi kepanikannya. Hari ini supermarket diserbu, masker diserbu, sungguh sangat tidak masuk akal sehat medis.

Karena kurang memahami bagaimana virus menular, banyak sikap tingkah laku dan ulah seperti bukan orang medis. Termasuk otoritas Depok yang melakukan fogging seolah virus corona dianggap sama dengan DB dengue )meminjam foto Kang Erry Amanda). Fogging kan untuk nyamuk, bukan untuk virus. Kedua virus manapun tidak mati dengan fogging, melainkan dengan kekebalan tubuh, atau dengan obat antivirus kalau sudah tersedia.

Anjuran konsumsi jahe dan kunir dan ramuan juga viral sekarang, sehingga menjadi bias, serong seolah obat corona bisa dilawan dengan jahe dan kunir dan sejenisnya. Tidak mungkin, karena tidak masuk akal medis. Bahwa jahe dan kunir (baca curcumin) mampu meningkatkan dayatahan tubuh memang betul. Cara kita menyikapi musim corona hanya dapat dengan cara melakukan peningkatan kekebalan tubuh sebagai upaya pencegahan, namun bukan untuk pengobatan. 

Hampir pasti corona tidak bisa dilawan dengan jahe dan kunir, hanya karena zat berkhasiat dalam jahe dan kunir membuat tubuh lebih kebal sehingga tidak mudah tertular saja. Juga tidak masuk akal orang di luar Depok tempat domisili 2 kasus positif bermukim semua bisa tertular. Bahkan tetangganya pun tidak perlu bermasker. 

Lucu kalau semua orang Indonesia di semua kota latah memakai masker sehingga harganya puluhan lipat, bahkan ketika sedang di dalam rumah sendiri pun tetap memakai masker sungguh tidak nalar.   
                                    
Salam sehat. 
Dr HANDRAWAN NADESUL
5 Jurus AMPUH Mencegah Infeksi Virus

5 Jurus AMPUH Mencegah Infeksi Virus

Sedih melihat kepanikan orang takut "ketularan"to virus Corona. Antri dibela-belain beli masker, padahal masker apapun TIDAK BISA MENCEGAH virusnya masuk ke pernafasan manusia. Virus ini jauh lebih kecil dari partikel polusi kebakaran hutan. Jadi, pakai masker N95 pun yang bikin napas sesek itu, TETEP virusnya masuk!

Nah, ketimbang antri beli masker, kenapa nggak beli BUAH DAN SAYUR yang jelas2 terbukti MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH. Sebab virus itu ogah menulari orang yang kekebalannya tinggi dan FIT. 

Ada 5 jurus AMPUH mencegah infeksi virus sekaligus jadi jurus bodi keren:

1. Antri beli buah. Makan seperti bentuk aslinya. Tuhan sudah membuatnya sempurna. Nggak usah dianggap cacat sehingga pake diblender, diberi imbuhan gula susu atau taburan tetek bengek. Buah dengan antioksidan tinggi tanpa bikin gemuk ada di 3M: markisa, manggis, matoa. DAN INI MILIK NEGRI KITA. JANGAN SAMPAI DIEMBAT ORANG ASING! Lagi musim nih.  

2. Antri beli sayur. Usahakan jika bisa dalam bentuk lalap, paling mentok bikin karedok, pecel (yang disiram air panas, tanpa sayurnya jadi lecek), urap. Sayur ini punya serat yang bukan cuma buat BAB, tapi bikin PROBIOTIK DLM USUS BESAR. Probiotik mu bagus, alhamdulilah IMUNITAS TINGGI!

3. Eradikasi sabotase imunitas. Siapa yg bikin justru imunitasmu AMBRUK? semua produk ultra proses. Minuman² ajaibmu itu, yang tinggi gula, saos² aneh yang memenuhi isi makananmu (yang katanya bikin enak padahal bikin lidahnya kecanduan aja), gorengan (ujung²nya kegemukan dan sindroma metabolik menghancurkan daya tahan tubuh), dan cemilan² yang pohonnya aja nggak ada.

4. Rajin olah raga!! Gak usah ke gym, kalau punya rejeki, habis dapat angpao dari bos, beli sepeda statis. Nyicil jang bisa. Daripada beli hape baru. Istiqomah 30 menit tiap habis sarapan atau habis makan malam (istirahatkan dulu badannya kalau abis makan, jangan langsung genjot)

5. Kena matahari. Bukan matahari matiin virus ya, ngaco. Matahari adalah the sunshine vitamin. Vitamin D3 kontributor kekebalan tubuh. Orang² yang rajin berjemur, rutin olah raga, makan sayur dan buah, serta tidak menyentuh sabotase hidup sehat, tebak, dibayanganmu tampangnya kayak apa? THE BEST VERSION OF U.
Mencegah Serangan Jantung Mendadak (Silent Killer)

Mencegah Serangan Jantung Mendadak (Silent Killer)

Ashraf sinclair, 40 tahun, selebritis asal malaysia sekaligus suami dari artis Bunga Citra Lestari (BCL), meninggal mendadak karena serangan jantung, mengagetkan keluarga dan publik, karena tidak ada riwayat penyakit apalagi dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga kesehatan dan rajin berolahraga crossfit sepanjang hayatnya.

Kasus lain, pesepeda Belgia 23 Tahun, Michael Goolaerts, meninggal karena serangan Jantung saat Tour Paris Roubaix.

Berikut Hasil wawancara dengan Dr. Devi Shetty, Narayana Hrudayalaya (Spesialis Jantung Terkenal) di  Bangalore India, terdiri dari 35 QA diberikan di bawah ini.
Semoga Berguna untuk semua orang:

Qn 1 . Hal umum apa bagi orang awam untuk mengurus Jantungnya ?

Jawab :
1 . Diet - Kurangi Karbohidrat , lebih banyak Protein , sedikit Minyak .

2 . Olahraga Setengah jam berjalan kaki , setidaknya lima hari dalam seminggu ;

3 . Berhenti Merokok

4 . Kontrol berat Badan .

5 . Kontrol Tekanan Darah dan Gula . 

Qn 2 . Bisakah badan kita mengubah Lemak menjadi Otot ?

Jawab : Ini adalah mitos yang berbahaya . Lemak dan Otot terbuat dari dua jaringan berbeda , Lemak yaaa Lemak . Jelek dan berbahaya . Otot adalah Otot . Lemak tidak pernah bisa diubah menjadi Otot .

Qn 3 . Masih sngt mengejutkan bila mendengar orang yang tampaknya sehat mendapat serangan Jantung Bagaimana kita memahaminya dalam perspektif ini ?

Jawaban : Ini disebut Silent Killer (pembunuh diam-diam) ; Itulah sebabnya kami merekomendasikan semua orang yg berusia di atas 30 Tahun utk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin .

Qn 4 . Apakah penyakit Jantung adalah penyakit Turunan ?

Jawab : Yaaa  

Qn 5 . Apa tanda Jantung Stress ? apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan Stres ?

Jawab : Ubah gaya hidup . Jngn mencari kesempurnaan ( idealis ) dalam segala hal dalam hidup . 

Qn 6 . Apakah berjalan lebih baik daripada Jogging atau olahraga yg lebih intensif yg dibutuhkan utk menjaga kesehatan Jantung ?

Jawab : Berjalan lebih baik daripada Jogging , karena Jogging menyebabkan kelelahan dini dan luka pd persendian .

Qn 7 . Bisakah orang dngn Tekanan Darah Rendah menderita penyakit Jantung ?

Jawaban : sangat jarang . 

Qn 8 . Apakah Kolesterol menumpuk sejak usia dini ( saya saat ini hanya berusia 22 ) atau apakah Anda hrs mengkhawatirkannya hny setelah berusia di atas 30 Tahun ?

Jawab : Kolesterol terakumulasi sejak kecil .

Qn 9 . Apa kebiasaan makan yang tidak teratur mempengaruhi Jantung ?

Jawab : Anda cenderung makan " Junk Food " saat kebiasaan tidak teratur dan pelepasan Enzim tubuh Anda untuk pencernaan menjadi kacau .

Qn 10 . Bagaimana cara mengontrol kadar Kolesterol tanpa menggunakan obat²an ?

Jawab : Kontrol Diet , jalan kaki dan makan Walnut .

Qn 11 . Makanan apa yang terbaik dan terburuk untuk Jantung ?

Jawab : Buah dan Sayuran adalah yang terbaik dan Minyak adalah yang terburuk . 

Qn 12 . Minyak mana yang lebih baik - Kacang Tanah , Bunga Matahari . zaitun ?

Jawab : Semua Minyak memiliki dampak buruk .

Qn 13 . Apa pemeriksaan rutin yang harus dilakukan ? Apakah ada tes khusus ?

Jawab : Uji Darah rutin utk memastikan Gula , Kolesterolnya OK . Periksa tekanan Darah , Tes Treadmill setelah Echo .

Qn 14 . Apa langkah pertolongan pertama yang harus diambil untuk serangan Jantung ?

Jawab : Bantu orang tersebut ke posisi tidur, letakkan tablet Aspirin di bawah lidah dengan Tablet Sorbitrate jika tersedia dan buru-buru membawanya ke unit perawatan Jantung , karena jumlah korban maksimum terjadi dalam Satu Jam pertama .

Qn 15 . Bagaimana Anda membedakan antara rasa sakit yang disebabkan oleh serangan Jantung dan itu disebabkan karena masalah Lambung ?

Jawaban : Sangat sulit tanpa EKG . 

Qn 16 . Apa penyebab utama meningkatnya masalah Jantung di kalangan anak muda ? Saya melihat orang berusia sekitar 30-40 Tahun menderita serangan Jantung dan masalah Jantung serius .

Jawab : Kesadaran yang meningkat  meningkatkan insiden . Juga , gaya hidup tidak berubah , merokok , Junk Food , kurang berolahraga di negara di mana orang secara genetik tiga kali lebih rentan terkena serangan Jantung daripada orang Eropa dan Amerika . 

Qn 17 . Mungkinkah seseorang memiliki tekanan darah di luar kisaran normal 120/80 dan tetap sehat?

Jawab : Yaaa .

Qn 18 . Perkawinan di dalam keluarga dekat ( sedarah ) dapat menyebabkan masalah Jantung bagi anak . Benarkah ?

Jawab : Yaaa , Co-Sanguinity menyebabkan kelainan Kongenital dan Anda bagaikan seorang anak kecil yg tdk memiliki kemampuan Programming .

Qn 19 . Banyak dari kita memiliki rutinitas sehari-hari yang tidak teratur dan sering kita harus kerja larut malam di kantor . Apakah ini mempengaruhi Jantung kita ? Tindakan pencegahan apa yg akan Anda rekomendasikan ?

Jawab : Bila Anda masih muda , alam melindungi Anda dari semua penyimpangan ini . Namun , seiring bertambahnya usia , hormati Jam Biologis .

Qn 20 . Akankah obat Anti-Hipertensi menyebabkan beberapa komplikasi lain ( jangka pendek / panjang ) ?

Jawab : Yaaa , sebagian besar obat memiliki beberapa efek samping . Namun , obat Anti - Hipertensi modern sangat aman .

Qn 21 . Apakah mengkonsumsi lebih bnyk Kopi / Teh menyebabkan serangan Jantung ?

Jawab : Tidak.

Qn 22 . Apakah penderita Asma lebih rentan terhadap penyakit Jantung?

Jawab : Tidak.

Qn 23 . Bagaimana Anda mendefinisikan Junk Food?

Jawab : Makanan yang digoreng seperti ayam krispy dengan berbagai merk.

Qn 24 . Anda menyebutkan bahwa orang India tiga kali lebih rentan . Apa alasannya , karena orang Eropa dan Amerika juga banyak makan Junk Food?

Jawab : Setiap Ras rentan terhadap beberapa penyakit dan sayangnya, orang India rentan terhadap penyakit yang paling mahal .

Qn 25 . Apakah mengkonsumsi Pisang membantu mengurangi Hipertensi?

Jawab : Tidak.

Qn 26 . Dapatkah seseorang membantu dirinya sendiri selama serangan Jantung (karena kita melihat bnyk e-mail yang diteruskan mengenai hal ini?

Jawab : Yaaa . Berbaringlah dngn nyaman dan letakkan tablet Aspirin merek apapun di bawah Lidah dan mintalah seseorang utk membawa Anda ke unit perawatan Koroner / Jantung terdekat tanpa penundaan dan jngn menunggu Ambulan karena terkadang Ambulans tdk muncul. 

Qn 27 . Apakah dalam kondisi Sel Darah Putih rendah dan jumlah Hemoglobin yang rendah menyebabkan masalah Jantung ?

Jawab : Tidak. Tapi ideal untuk memiliki Kadar Hemoglobin normal utk meningkatkan kapasitas latihan Anda.

Qn 28 . Terkadang karena jadwal sibuk kita tdk bisa Berolahraga . Jadi, apakah berjalan sambil melakukan pekerjaan sehari-hari di rumah atau menaiki tangga di rumah , bekerja sebagai pengganti latihan?

Jawab : Tentu saja. Hindari duduk terus menerus selama lebih dari setengah jam dan bahkan tindakan keluar dari Kursi dan pergi ke Kursi dan Duduk lain sngt membantu .

Qn 29 . Adakah hubungan antara masalah Jantung dan Gula Darah?

Jawab : Yaaa . Hubungan yg kuat krn penderita Diabetes lebih rentan terkena serangan Jantung .

Qn 30 . Apa saja yg perlu ditangani setelah Operasi Jantung?

Jawab : Diet , olahraga , obat tepat waktu, Kontrol kolesterol , Tes Darah , Berat Badan.

Qn 31 . Apakah orang yang bekerja pada shift malam lebih rentan terhadap penyakit Jantung jika dibandingkan dngn pekerja shift siang?

Jawab : Tidak.

Qn 32 . Apa obat Anti - Hipertensi modern?

Jawab : Ada Ratusan obat modern dan dokter Anda akan memilih kombinasi yg tepat utk masalah Anda , namun saran saya adalah menghindari obat²an dan mencari cara alami mengendalikan tekanan darah dngn berjalan kaki , diet utk mengurangi berat badan dan mengubah sikap terhadap gaya hidup.

Qn 33 . Apakah Aspirin atau pil sakit kepala yg serupa meningkatkan risiko serangan Jantung?

Jawab : Tidak.

Qn 34 . Mengapa tingkat serangan Jantung lebih bnyk pria dari pada wanita?

Jawab : Alam melindungi wanita sampai usia 45 Tahun . (Statistik Global sekarang menunjukkan bahwa Persentase penyakit Jantung pada wanita meningkat dari pada pada pria).

Qn 35 . Bagaimana seseorang bisa menjaga Jantung dalam kondisi baik?

Jawab : Makan makanan yangsehat , hindari Junk Food , olahraga setiap hari , jngn merokok dan pergilah untuk pemeriksaan kesehatan jika Anda melewati usia 30 (sekali dalam 6 Bulan disarankan).